15 Cara Membuat Artikel SEO Friendly Berkualitas Bagi Pemula

Baca Juga Artikel Berikut Ini

Cara Membuat Artikel SEO Friendly Berkualitas - Semua orang mungkin bisa menulis artikel, namun kemampuan memiliki kemampuan untuk menulis artikel berkualitas, dan juga yang SEO Friendly tidak semua orang bisa melakukkannya. Sebelum admin membahas lebih jauh bagaimana cara membuat artikel yang SEO Friendly, lebih dulu kita membahas hal ini..

Apa itu Artikel SEO Friendly?

Bagi seorang blogger, artikel seo friendly sudah pasti sering di dengar. Tetapi, tidak banyak yang mengetahui. Perlu untuk anda ketahui, artikel seo friendly adalah artikel yang dibuat dengan tujuan supaya artikel yang dibuat mudah ditemukan oleh mesin pencari.

Dan ini sangat menguntungkan bagi seorang blogger... Apalagi bagi yang ingin meningkatkan visitor blog..

Apa hubungannya antara artikel seo friendly dengan visitor blog?

Begini, ketika seseorang mampu membuat artikel yang ramah mesin pencari, apalagi artikel bisa berada di 10 peringkat teratas google, maka peluang artikel anda untuk dikunjungi semakin besar. Syukur-syukur jika artikel anda memiliki volume pencarian yang tinggi. Visitor pun semakin bertambah...

Kan bisa di-share di media sosial?
Eits.. Hal itu memang bisa. Namun admin rasa kurang efektif. Promosi dari grup satu ke grup lainnya hanya melelahkan saja. Berbeda dengan membuat artikel seo friendly, dengan tanpa promosi sekalipun, pengunjung bakal bergerombolan datang ke blog anda.

Sebelum langsung membahas tentang tata cara membuat artikel seo friendly, ketahuilah beberapa hal berikut ini :

1. Untuk membuat artikel yang disukai mesin pencari, pastikan dulu blog anda telah dikenali oleh mesin pencari.


Apa tujuannya? Dapat dijelaskan seperti ini..

Tak kenal maka tak sayang, Seperti itulah gambarannya. Berawal dari kenalan, lama-lama dekat dan akhirnya tumbuh rasa sayang dan rasa saling percaya. Jika awalnya ragu untuk menerima sesuatu darinya, ketika sudah tumbuh rasa saling percaya maka apapun yang diberikan pasti diterima.

Sama halnya dengan seorang blogger dengan Google. Google pasti memprioritaskan blog yang sudah ia kenali untuk di tampilkan di mesin pencari.

Bagaimana supaya blog saya bisa kenali ?
Jalan terbaik yaitu dengan mendaftarkan blog anda ke Google Webmaster. Ada baiknya jika anda melakukannya saat artikel masih sedikit supaya bisa dirayapi dan dikenali dengan cepat

2. Jika blog anda sudah dikenali mesin pencari, maka cobalah belajar membuat artikel berkualitas.


Artikel Berkualitas yang dimaksud disini adalah artikel yang bagus jika dibaca oleh pembaca. Buat pembaca anda nyaman membaca artikel anda dan merasa puas, bahkan berlama-lama di blog anda.

Anda bisa membaca panduan cara membuat artikel berkualitas, silahkan pelajari caranya berikut ini

Itu bagus... Namun jangan lupakan tampilan blog anda...

Mengapa? Algoritma google terbaru mengutamakan user experience.

Pengalaman pengguna menentukan bagaimana isi blog tersebut. Apakah dia benar-benar membaca tulisan anda sampai tuntas? Apa dia membaca hanya 1 artikel anda apa membaca banyak artikel anda?

Ada beberapa faktor penentu yang membuat pengunjung nyaman atau tidak berkunjung ke blog anda


  • Loading Blog Yang Cepat

Jangan pernah mengabaikan loading blog anda.. jangan beranggapan jika pengunjung blog anda sabar menunggu loading blog yang terlalu lama.

Survey membuktikan jika lebih dari 3 detik, situs belum selesai load, maka pengunjung akan meninggalkan dan pindah ke situs yang lainnya.

Hal ini tentu bukanlah hal yang baik, anda mudah kehilangan pengunjung, dan dampaknya trafik semakin menurun. Bahkan mulai bulan depan, loading blog ( (terutama loading di smartphone) bakal jadi salah satu faktor penting penentu rangking website pada pencarian mobile

Tidak percaya? Anda dapat  membacanya disini

Dan bagi anda yang ingin loading blognya lebih cepat? Silahkan baca artikel ini:
Cara Mempercepat Loading Blog


  • Tema yang Responsive 

Penting di masa kini bagi seorang blogger untuk memiliki template blog yang responsive. Template responsive dapat dikatakan sebagai template yang menyesuiakan ukuran perangkat yang digunakan.

Baik dibuka melalui tablet, smartphone, komputer, ataupun perangkat yang lainnya akan menyesuaikan. Coba anda perhatikan gambar berikut ini :

Template Responsive


Gamba kanan merupakan gambar template versi desktop, ketika dibuka diperangkat lain, misal smartphone maka ukuran akan menyesuaikan seperti gambar di kiri.


  • Template yang Mobile Friendly

Di zaman sekarang, jumlah smartphone semakin meningkat, untuk itu template dirancang untuk bisa mudah diakses di smartphone.

Hal ini didukung dengan jumlah pembaca yang mayoritas juga menggunakan ponsel pintar. Sehingga, memiliki template mobile friendly merupakan keharusan demi kenyamanan pengunjung.

  • Tulisan yang Sedikit Typo

Meski terdengar sepele, tetapi terlalu banyak tulisan typo bukanlah hal yang baik. Apalagi jika tulisan yang salah merubah makna yang sesungguhnya. Pengunjung anda semakin dibuat bingung dengan artikel yang anda buat. Alhasil, situs anda ditinggalkan.

Untuk itu, sebaiknya selalu cek and ricek sebelum mempublish artikel agar tidak ada kesalahan penulisan pada artikel yang dibuat.

Setelah memenuhi beberapa hal diatas, kini saatnya saya beri panduan cara pembuatan artikel seo friendly, terkhusus bagi anda seorang pemula yang ingin belajar bagaimana membuat artikel yang bisa bersaing di search engine, terutama google

Baca sampai tuntas ya...

Cara Membuat Artikel SEO Friendly

Cara membuat artikel seo friendly
Cara Menulis Artikel SEO Friendly
Sumber Gambar : maxpixel.net

A. Diawali Dengan Riset Keyword

Riset keyword perlu dilakukan sebelum membuat sebuah artikel. Mengapa perlu dilakukan? Tujuannya untuk menganalisis persaingan.

Untuk memenangkan pertarungan dengan ribuan website lain tanpa mengetahui tingkat persaingan merupakan suatu kesalahan. Mengapa?

Kita tidak tau keyword yang kita gunakan apa banyak yang mencarinya? Apa keyword tersebut memiliki tingkat persaingan yang rendah atau tinggi?

Percuma.. jika artikel anda mendapatkan peringkat pertama di mesin pencari, tetapi keyword yang digunakan jarang dicari ya tetap saja. Blog anda sedikit mendapatkan kunjungan.

Lantas, bagaimana yang bagus?

Yang bagus jika keyword yang anda gunakan memiliki volume pencarian yang tinggi. Soal persaingan anda bisa melihat blog anda sendiri..

Jika blog anda tergolong masih baru, DA dan PA masih rendah dan backlink yang masih sedikit. Memilih keyword dengan tingkat persaingan rendah adalah pilihan yang tepat. Jika anda memaksakan diri untuk menggunakan keyword dengan persaingan tinggi, maka anda akan kesulitan bersaing.

Terkecuali jika memang blog anda sudah berumur tua, memiliki DA dan PA yang tinggi serta banyak memiliki backlink yang berkualitas memilih keyword dengan persaingan tinggi boleh anda lakukan. Jika pun anda memilih yg low competition juga diperbolehkan

Beberapa tools berikut ini bisa anda coba untuk meriset kata kunci

  • Google Keyword Planner
  • Keywordtool io
  • Ubbersuggest
Atau jika anda bingung, anda bisa melakukan cara riset keyword sederhana dengan membaca artikel berikut ini


B. Pilihlah Long Tail Keyword 

Perhatikan gambar berikut :
Long tail keyword & short tail keyword
Short & Long Tail Keyword
Apa anda sudah paham makna long tail keyword dari gambar diatas?

Yap.. benar sekali...

Long tail keyword merupakan kata kunci yang mengandung setidaknya 3-4 kalimat. Pertanyaannya, mengapa long tail keyword sangat direkomendasikan bagi pemula?

Alasannya yaitu, long tail keyword memiliki tingkat persaingan yang lebih rendah dibandingkan short tail keyword. Tentu saja hal ini memudahkan blog anda untuk bersaing di mesin pencari.

Tapi belum cukup sampai disini, anda harus mengetahui dulu, apakah keyword yang anda gunakan merupakan keyword musiman atau keyword abadi.

Jenis keyword apalagi itu?

Keyword Musiman

Keyword musiman merupakan keyword yang dicari hanya pada saat tertentu saja. Kita ambil contoh :


  • Hasil Piala Dunia
  • Klasmen Piala Dunia
  • Piala Dunia Rusia


Seperti yang kita ketahui, bahwa tidak setiap hari keyword tersebut dicari. Ajang tersebut hanya diadakan 4 tahun sekali sehingga orang mencarinya hanya 4 tahun sekali.

Keyword seperti itu cocok bagi anda yang memiliki blog konten yang viral.

Keyword Abadi

Keyword ini kebalikan dari keyword musiman, dimana keyword ini selalu dicari sampai kapan pun juga tanpa mengenal waktu dan musim. Contohnya :


  • Cara memasak nasi
  • Cara menggoreng telur
  • Cara memanggang ikan


Sudah jelas, kebutuhan makan adalah kebutuhan primer manusia, jadi hal-hal yang berhubungan dengannya misal cara pembuatan, cara memasak, dan lainnya pasti selalu dicari.

Admin rasa, keyword ini cocok digunakan bagi anda yang memiliki blog dengan konten potensial di masa depan.

Jika sudah paham, ayo kita lanjut ke tahap berikutnya :


3. Menentukan Judul (yang Menarik)

Setiap orang bisa membuat judul, namun membuat judul yang menarik tidak semua bisa melakukannya. Tentu, membuat judul yang menarik untuk sebuah artikel merupakan suatu keharusasan. Mengapa?

Coba anda bandingkan 2 judul ini :

  • Cara Membuat Tahu Bulat
  • 5 Cara Membuat Tahu Bulat yang Enak dan Lezat
Mana yang lebih menarik perhatian anda? Admin yakin, anda menjawab yang kedua. Judul yang kedua memang lebih menarik dengan adanya kata "enak dan lezat". Keyword tersebut tanpa disadari berhasil menghipnotis calon pembaca untuk tertarik membuka artikel tersebut.

Disarankan bagi anda untuk tidak membuat judul lebih dari 70 karakter agar tidak terpotong saat tampil di mesin pencari

4. Membuat Artikel Panjang, Tetapi Isinya Mendalam

Artikel panjang namun mendalam
Images Source : pxhere.com

Google begitu menyukai artikel yang memiliki banyak kata. Semakin banyak jumlah kata pada artikel tersebut, maka semakin mudah untuk mendapatkan peringkat yang lebih baik di mesin pencari.

Asalkan....

Asalkan tulisannya memang benar-benar berbobot dan juga mendalam. Maksudnya disini, Artikel dibuat tidak hanya menjelaskan secara teoritis saja namun bisa memberikan solusi dari apa yang masih menjadi masalah ...

Jangan memaksakan membuat artikel panjang namun hasilnya tidak karuan, jelek, dan bertele-tele. Inti dari artikel yang anda buat justru tidak di dapat pembaca anda.

Selain itu, jangan pula terlalu memaksakan menambah kata-kata hanya demi mendapatkan jumlah kata tertentu. Misal jumlah kata awal 946 karena merasa tanggung maka digenapkan menjadi 1000 kata dengan menambahkan kata-kata yang sebenarnya tidak diperlukan.

Yang benar bukanlah menambah kata. Melainkan menambah materi. Semisal seperti ini:

Anda membuat artikel cara memasak nasi. Awalnya anda hanya membahas cara memasak nasi melalui magic com . Jika anda ingin memperluas artikel anda maka anda bisa menambahkan tentang cara memasak nasi menggunakan dandang. Jadi, pembaca bisa langsung mendapatkan 2 hal sekaligus :

Cara memasak nasi melalui magic com dan cara memasak nasi menggunakan dandang

Artikel anda semakin informatif di mata pembaca.

Tetapi, satu hal yang pasti jangan pernah membuat tulisan hasil copy paste ataupun menggunakan tools spinner). Menulis dengan tangan sendiri memberikan kepuasan tersendiri.

Bagaimana, apa sudah paham sampai disini? Jika sudah, kita lanjut ke tahap berikutnya

5. Penempatan Keyword yang Tepat

Ini salah satu strategi SEO yang tidak banyak diketahui. Ada juga yang mengetahuinya tetapi salah dalam penerapannya. Kebanyakan melakukan penempatam keyword secara asal-asalan tanpa memperhatikan konten tersebut.

Apa dampaknya?

Artikel anda menjadi tidak enak dibaca. Terlalu banyak keyword berulang yang ditempatkan. Teknik ini adalah teknik jadul yang sudah tidak efektif lagi untuk diterapkan.

Lantas dimanakah sebaiknya keyword ditempatkan? Setidaknya ada 4 tempat

a. Pada Judul Artikel
b. Awal Paragraf
Lihat gambar Berikut

Penempatan Keyword di judul dan paragraf pertama

Itu hanya sekedar contoh, anda tidak selalu meletakkan keyword seperti itu, silahkan anda taruh di bagian mana saja (asal paragraf awal).

Mengapa keyword sebaiknya ditempatkan di judul dan awal paragraf?

Hal ini dikarenakan judul dan awal paragraf merupakan bagian pertama yang pertama di crawl oleh Google, jadi penting untuk meletakkan keyword di area tersebut.

Selain itu dengan adanya keyword di area tersebut, dapat mempermudah robot google untuk mengcrawl dan menentukan tema postingam anda.

Bagaimana? Sudah mengerti?

Baiklah kita lanjut..

6. Masukkan Lantent Semantic Indexing Keyword (LSI)

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa, terlalu banyak menempatkan kata kunci yang sama di dalam sebuah artikel adalah sebuah kesalahan. Selain membuat artikel menjadi kurang enak di baca, pembaca bakal menganggap anda kurang kreatif karena hanya menggunakan kata kunci itu-itu saja di dalam artikel..

Maka dari itu anda bisa menggunakan Lantent Semantic Indexing Keyword atau yang bisa disebut LSI keyword merupakan kata kunci yang masih memiliki keterkaitan dengam kata kunci yang utama

Contohnya..

Anda mempunyai keyword utama "artikel seo friendly" maka LSI yang bisa digunakan yaitu
  • artikel berkualitas
  • Template
  • Riset keyword
  • Blog
  • Dsb

Keyword-keyword tersebut berguna untuk memperkaya kata kunci yang digunakan pada sebuah artikel. Dari segi SEO tentu sangat bagus...

Bagaimana bisa? Begini penjelasannya

Ketika mengcrawl sebuah artikel, pertama kali google akan memeriksa keterkaitan judul dan keyword yang digunakan. Jika judul yang ditemukan tidak terlalu sesuai dengan keyword yang dicari pada mesin pencari maka google langsung memeriksa LSI yang terdapat pada artikel tersebut.


Jika benar-benar terdapat LSI, dengan penempatan yang tepat, semakin menambah peluang artikel untuk ditemukan pada mesin pencari, sekalipun itu tidak dicari berdasarakan keyword yang digunakan, melainkan menggunakan keyword yang masih relevan.

7. Hati-hati dengan Keyword Stuffing

Keyword stuffing adalag suatu teknik seo dengan cara menempatkan suatu kata kunci secara berlebihan. Hal ini bukanlah teknik seo yang bagus.

Memang pada zaman dahulu, teknik keyword stuffing ini masih memiliki pengaruh untuk mendongkrak posisi artikel pada SERP (Search Engine Result Page), namun kini berbeda lagi ceritanya. 

Google semakin memperbaiki algoritma demi pengalaman pengguna. Segala apapun yang membuat pengguna (pengunjung blog) menjadi nyaman, maka google menyukainya.

Penerapan teknik ini kurang disukai oleh pembaca. Seperti contohnya sebagai berikut :

Kucing merupakan hewan berkaki empat yang memiliki cakar pada kakinya. Kucing termasuk ke dalam kelompok mamalia dimana induk kucing menyusui anak Kucing. Kucing biasa hidup liar dialam, namun ada juga yang dipelihara. Kucing yang hidup liar biasa disebut kucing kampung. Sementara kucing yang dipelihara biasanya berjenis kucing anggora atau kucing persia

Apa yang terlintas dibenak anda setelah membaca sepenggal artikel diatas?

Tidak enak dibaca. Terlalu banyak penempatan kata kucing, bahkan didalam satu kalimat, seperti pada kalimat :

"Sementara kucing yang dipelihara biasanya berjenis kucing anggora dan kucing persia" (kata kucing disebut sampai 3 kali). Padahal, kalimat itu bisa kita ubah menjadi :

"Sementara kucing yang dipelihara biasanya berjenis anggora atau persia". Memang kalimatnya lebih singkat, tetapi lebih enak dibaca bukan?

Selain itu jika anda masih menerapkan tenik jadul ini, maka google pasti menganggap artikel anda sebagai spam, sehingga sulit ditemukan pada search engine.

Baik, kita lanjutkan..

8. Jangan Terlalu Memikirkan Keyword Density

Keyword density merupakan suatu kepadatan kata kunci pada suatu artikel. Biasanya keyword jenis ini dirumuskan dengan

Jumlah kata kunci/jumlah seluruh kalimat x 100% 

Jadi, misal sebuah keyword ditempatkan sebanyak 5 kali di dalam 1500 kata maka keyword densitynya :
5/1500 x 100% = 0,33%

Banyak yang beranggapan jika kepadatan kata kunci sebuah Artikel haruslah berada di kisaran 3% hingga 5%.

Namun anda tidak perlu memikrkan hal itu, algoritma google sudah semakin baik dari tahun ke tahun. Google sudah semakin cerdas untuk menentukan mana konten yang benar-benar berkualitas.

Jika anda benar-benar menulis secara natural, mengalir apa adanya, dengan penempatan keyword yang tepat, maka masalah keyword density yang besar sudah pasti tidak akan terjadi.

Namun untuk berjaga-jaga, anda bisa mengeceknya di tools keyword density  Berhati-hatilah jika terlampau tinggi, maka menyebabkan keyword stuffing seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

9. Gunakan H1, H2, H3, dan H4

Eleman H1, H2, H3, dan H4 sangat penting untuk digunakan menentukan elemen-elemen pada suatu website. Secara default, H1 digunakan pada Judul suatu website.

Lalu bagaimana untuk H2-H4? Bagaimana penerapannya pada artikel?

Jika anda penguna blogspot, H2 lebih dikenal sebagai tag Heading. H2 sebaiknya diterapakan pada sub judul yang mengadung keyword utama. Sementara
H3 dan H4  digunakan pada sub judul yang mengandung variasi dari keyword utama.

Gambarannya seperti ini

Penempatan H2, H3, H4 Pada Artikel

Penggunaan h2 hingga H4 boleh digunakan lebih dari 1 kali, namun untuk H1 sebaiknya hanya digunakan 1 kali yaitu pada judul website.  

10. Internal Link 

Internal link atau link yang menuju halaman lagi pada suatu website juga merupakan salah satu hal penting untuk meningkatkan SEO sebuah konten.

Internal link bermanfaat untuk menurunkan bounce rate. Penjelasannya seperti ini..

Anda membuat sebuah artikel tentang cara merawat kucing, dan di artikel lain anda sudah membuat juga artikel seputar kucing, misal "jenis-jenis kucing" maka anda bisa langsung memberikan link menuju konten tersebut.

Tanpa disadari, pembaca anda telah membaca 2 konten pada blog anda. Itu jika 1 internal link. Bagaimana jika 2, 3, 4,5? Tentu semakin banyak, dan hal ini tentu bisa menambah page view blog anda.

Berapa batasan internal link?

Banyak yang beranggapan jika harus 3-5 link. Apa itu benar? Menurut admin tidak. Asalkan link yang dituju masih relevan dengan topik tulisan tidaklah menjadi masalah.

Sekarang coba lihat wikipedia, berapa jumlah link internal? Banyak. Tetapi nyatanya Wikipedia tidak pernah bermasalah dengan google. Untuk itu jangan ragu untuk memberikan banyak link internal, asalkan masih relevan dengam topik tulisan.

11. Eksternal Link

Jika internal link merupakan link yang menuju ke dalam, sementara eksternal link menuju ke luar. Banyak yang berasumsi jika link keluar haruslah beratribut "nofollow"

Padahal, tidak harus selalu begitu. Asalkan masih relevan dengan topik utama, maka memberikan atribut "dofollow" tidak menjadi masalah 

Lain halnya jika anda menggunakan eksternal link yang tidak relevan dengan konten, maka gunakanlah atribut "nofollow"

Penggunaan eksternal link ini berguna bagi pembaca untuk mengetahui seberapa akurat artikel yang anda buat.

12. Jangan Gunakan Bold, Italic, atau Underlind

Penggunaan bold, italic, atau underline memang bisa memberikan penekanan, supaya google mengenali keyword-keyword tertentu yang penting. 

Apa boleh menggunakannya? Sebenarnya boleh-boleh saja. Tetapi jika berlebihan itu tidak bagus.

Sebenarnya, tanpa menerapkannya pum google sudah bisa mengenali keyword yang kita gunakan. Jika anda menerapkannya secara berlebihan, justru membuatnya tidak lagi user experience.

Mengapa?

Mata pembaca semakin sakit karena terlalu banyak meliha tulisan tebal, miring, atau garis bawah. Bukannya dibaca sampai tuntas, justru pembaca anda buru-buru menutup situs. 

Tentu anda tidak ingin seperti itu bukan? Maka dari itu, gunakan sewajarnya saja.

13. Jangan Lupa Masukkan Gambar yang Telah Diisi Title Text dan Alt Text

Sesungguhnya, kita mengcrawl sebuah gambar, maka yang pertama kali di crawl oleh google yaitu alt text. Coba lihat terlebih dahulu gambar di bawah ini :

Title Text dan Alt Text Pada Gambar

Untuk title text, sebenanrnya tidak diisi juga tidak jadi masalah. Jikapun anda ingin menggunakannya, tidak apa tak jadi masalah. Namun untuk alt text sebaiknya anda isi. Bisa dengan keyword yang relevan ataupun diisi dengan topik gambar.

Sebaiknya gunkan gambar yang berekstensi .png karena lebih ringan dari ekstensi jpg, gif, ataupun HD. Selain itu jangan lupa untuk mengcompress gambar supaya loading blog anda tidak semakin lambat karena adanya gambar.

14. Gunakan URL yang SEO Friendly

URL yang SEO Friendly sebaikanya mengandun keyword yang ditargetkan. Jadi seperti ini..

Jika anda membuat artikel yang berjudul:

Resep dan Cara Membuat Nasi Goreng Pedas nan Nikmat

Dan anda ingin menargetkan keyword "cara membuat nasi goreng maka url yang bisa anda gunakan :

/Resep-dan-cara-membuat-nasi-goreng 

Atau jika ingin lebih baik gunakan url seperti ini:

/cara-membuat-nasi-goreng

Mengapa jika semakin pendek semakin bagus?  Semakin pendek suatu url, hal tersebut semakin memperkuat seo sebuah artikel. Jika kita melihat, hampir 90% blog yang kontennya berada di posisi 1-5 serp menggunakan url yang pendek namun tetap mengandung keyword.

15. Deskripsi Penelusuran
Bagian ini sering dilupakan, padahal deskripsi penelusuran dapat meningkatkan SEO sebuah artikel, deskripsi penelusuran merupakan snippet yang ditampilkan saat artikel kita tampil di search engine.

Jika tidak diberi deskripsi penelusuran bagaimana? 

Biasanya yang ditampilkan yaitu penggalan tulisan pada artikel. Apa manfaatnya menggunakan deskripsi penelusuran?

Dengan menerapkannya, asal anda bisa membuatnya menjadi menarik, maka hal tersebut bisa mengundang klik calon pengunjung.

Bagi pengguna blogspot, sudah tersedia kotak deskripsi penelusuran seperti pada gambar berikut :

Cara Mengisi Deskripsi Penelusuran


Kesimpulan

Faktor utama yang menentukan SEO sebuah artikel sejatinya adalah konten yang berkualitas dan juga ditambah user experience. Daripada membuat artikel yang ditujukan kepada mesin pencari, lebih baik buatlah untuk menunjang kepuasan pengunjung blog kita.

Kini algoritma google sudah semakin cerdas, bisa membedakan mana blog yang melakukan optimasi secara berlebihan, mana yang melakukan optimasi secara wajar.

Admin rasa penjelasan cara membuat artikel seo friendly cukup sampai disini. Jika ada yang ingin ditanyakan bisa langsung di kolom komentar atau melalui form Hubungi Saya. Semoga postingan ini bermanfaat bagi anda.

Dapatkan Update Artikel Blog Firdaus Melalui Email

Comments

  1. Hmmm rangkumannya lengkap.
    Memang membuat artikel SEO itu wajib, tapi lebih wajib lagi membuat artikel yg tidak melupakan faktor UX. Jangan sampai membuat artikel hanya untuk robot saja, tapi pertimbangkan juga readibility artikel. Naise info :)

    ReplyDelete

Komentarlah yang sopan
Jangan spam
Dilarang gunakan link aktif
Dilarang komentar yang menyinggung SARA dan berkonten negatif

Terima kasih :)