Dibalik Rasanya yang Nikmat, 6 Bahaya Makan Kerupuk Ini Patut Anda Waspadai!

Baca Juga Artikel Berikut Ini

Kerupuk merupakan makanan ringan yang terbuat dari tepung dan dicampur dengan bahan perasa seperti ikan atau udang. Setiap orang pasti mengenali makanan yang satu ini bahkan pernah memakannya. Kerupuk, dengan rasanya yang gurih mampu membuat siap yang mengkonsumsinya menjadi ketagihan. Kerupuk dianggap sebagai pelengkap hidangan sehingga terasa lebih nikmat.


Bahaya Makan Kerupuk Bagi Kesehatan yang Patut Anda Waspadai
Sumber gambar : wikimedia.commons.org


Kenikmatan tersebut ternyata mengandung bahaya yang mengancam kesehatan tubuh kita. Bahkan banyak pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidak/mengurangi mengkonsumsi makanan ini. Memang sebahaya apa sih kerupuk bagi tubuh? Simak pada penjelasan berikut ini.

Bahaya Makan Kerupuk Bagi Kesehatan



Segala sesuatu yang berlebihan memang tidaklah baik, sama seperti saat kita mengkonsumsi kerupuk. Kerupuk menjadi sesuatu yang membahayakan bagi tubuh kita jika kita mengkonsumsi secara berlebihan. Bahaya tersebut diantaranya

  • Menyebabkan Obesitas


Penyebabnya yaitu terdapat pada minyak yang digunakan untuk menggoreng kerupuk tersebut. Di dalam minyak, banyak terkandung lemak jahat dan kalori yang menyebabkan kegemukan atau obesitas dalam istilah medis. Tentu hal ini tidak baik jika anda mengkonsumsi makanan ini secara terus-menerus. Tak bisa dibayangkan rasanya segemuk apakah anda setelah memakannya.

Untuk mengatasinya anda bisa mencoba menggoreng kerupuk menggunakan pasir atau yang lebih dikenal dengan sebutan kerupuk upil. Hal ini bertujuan untuk setidaknya mengurangi kadar lemak yang terkandung pada kerupuk tersebut.


  • Menyebabkan Gagal Ginjal


Mengkonsumsi kerupuk yang banyak mengandung lemak  dan kalori menyulitkan ginjal untuk melakukan kerjanya. Ginjal dipaksa bekerja terlalu keras sehingga menyebabkan organnya menjadi rusak.

Dan hal ini bisa berdampak ke kesehatan ginjal kita yang semakin buruk. Resiko terkena gagal ginjal pun pasti tinggi jika terus menerus mengkonsumsi makanan yang satu ini.


  • Terjadi Kerusakan Pencernaan dan Pembusukan Makanan yang Penting


Perlu anda ketahui, banyak kerupuk yang dijual di pasaran dan warung-warung terutama kerupuk putih banyak mengandung plastik dan juga lilin. Bagaimana bisa? Secara logika dengan mencampurkan lilin dan plastik yang digoreng, kerupuk menjadi lebih renyah dan gurih serta bisa menghemat penggunaan minyak goreng yang kini harganya semakin melangit. Jadi banyak pembuat kerupuk menggunakan cara ini untuk meningkatkan keuntungan penjualan kerupuk tersebut.

Namun tentu saja hal ini merugikan konsumen, mengkonsumsi kerupuk yang bercampur dengan plastik dan lilin menyebabkan sistem pencernaan kesulitan untuk mencerna makanan tersebut. Dampaknya, sistem pencernaan anda lama-lama akan rusak dan dapat terjadi pembusukan makanan yang justru bisa mengurangi nutrisi pada makanan.


  • Rusaknya Sistem Koordinasi dan Sistem Kerja Otak


Makanan yang banyak mengandung zat kimia berbahaya seperti polysterine dan styrene yang terdapat pada kerupuk jika dikonsumsi terlalu sering dapat mengakibatkan rusa sistem koordinasi pusat dan merusak sistem kerja otak. Otak sebagai pengendali tubuh jika sudah rusak pasti berefek ke penyakit-penyakit lainnya.


  • Resiko Kanker dan Serangan Jantung Meningkat



Salah satu ciri makanan yang bersifat karsinogen adalah banyaknya kandungan zat kimia pada makanan tersebut. Selain itu, makanan yang mengandung zat pewarna juga dapat digolongkan sebagai makanan yang memicu terjadinya penyakit kanker. Dan semua zat tersebut ada di dalam kerupuk. Apalagi jika mengkonsumsinya terlalu sering, maka resiko terkena penyakit kanker menjadi lebih mudah.

Di dalam kerupuk juga banyak mengandung sodium pada garam dan bumbu tersebut. Kandungan sodium inilah yang menyebabkan masalah pada kesehatan jantung manusia yaitu serangan jantung yang sangat membahayakan tubuh hingga dapat menimbulkan kematian.


  • Dapat Merusak Garis Keturunan Pada Ibu Hamil


Mengkonsumsi kerupuk yang banyak mengandung plastik bagi ibu hamil bukanlah suatu hal yang baik, terutama pada janin yang dikandungnya. Plastik tersebut justru dapat membahayakan karena terjadi mutasi sel atau kromosom  sehingga menyebabkan mutasi genetik yang berdampak pada rusaknya garis keturunan.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Kelainan darah pada Si Ibu sebagai akibat dari mengkonsumsi makanan yang mengandung plastik, seperti kerupuk.

Memang pada dasarnya kerupuk bukanlah makanan bergizi tinggi seperti makanan lainnya. Malah cenderung memiliki zat yang kurang diperlukan tubuh sehingga tidak mengkonsumsinya pun bukanlah masalah dan bisa diganti dengan makanan lain yang lebih menyehatkan.

Makan kerupuk sebenarnya sama saja dengan memakan nasi. Dari segi kandungan gizinya pun hampir sama, hanya nasi lebih menyehatkan karena tidak adanya kandungan berbahaya pada nasi, terlebih ketika kita memasaknya sendiri. Dapat anda liat perbandingannya pada gambar berikut ini


Perbandingan Kandungan Gizi Kerupuk dan Nasi per 100 gram
Sumber gambar : mobile.fatsecret.co.id

Dari data tersebut sudah jelas terlihat bahwa, beberapa kandungan seperti karbohidrat, lemak, dan kalori yang ada di kerupuk berjumlah 2 kalinya karbohidrat, lemak, dan kalori yang terdapat pada nasi. Jika karbohidrat, lemak, dan kalori dikonsumsi secara berlebihan maka akan menimbulkan dampak kesehatan obesitas seperti yang telah dibahas pada penjelasan sebelumnya. Itulah yang menjadi alasan mengapa sebaiknya anda mengurangi makanan berlemak dan berkalori yang banyak terkandung di dalam kerupuk.

Resiko Bahaya Makan Kerupuk Bisa Kita Kurangi



Meski menyimpan banyak bahaya, namun sebenarnya bahaya ini bisa kita tekan dan kita kurangi asal mengikuti beberapa saran berikut ini :

1. Beli Kerupuk Mentah, Digoreng Sendiri

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya , kandungan minyak pada kerupuklah yang menjadi biang masalah pada kerupuk ini. Jika Anda membeli kerupuk langsung di warung anda tidak akan tau seberapa minyak yang digunakan untuk menggoreng kerupuk tersebut.

Dengan menggorengnya sendiri, anda bisa mengatur berapa minyak goreng yang digunakan bisa disesuaikan dengan standarisasi gizi. Selain itu menggoreng kerupuk tanpa menggunakan minyak semisal menggunakan pasir adalah pilihan yang bijak untuk mengurangi resiko bahaya kerupuk ini.

2. Jangan Beli Kerupuk Dengan Warna yang Mencolok

Hati-hati bagi anda ketika membeli kerupuk berwarna yang sering dijual di pasaran. Pastikan memperhatikan betul-betul warna pada kerupuk tersebut.

Jangan pernah memilih kerupuk dengan warna mencolok atau "ngejreng" karena dapat dipastikan kerupuk tersebut ditambahkan zat pewarna yang membahayakan tubuh manusia. Ada baiknya anda memilih kerupuk tidak berwarna, hal itulah lebih baik bagi kesehatan tubuh anda.

3. Jangan Pilih Kerupuk yang Renyahnya Tahan Lama

Coba anda membiarkan kerupuk anda di udara terbuka. Jangan dikonsumsi selama 24 jam. Jika sudah bandingkan, apakah kerupuk anda tetap renyah? Atau justru malah jadi melempem.

Jika melempem maka hal itu merupakan suatu hal yang baik karena kerupuk yang sulit melempem atau renyah tahan lama menandakan kerup tersebut telah ditambahkan zat kimia berbahaya semisal boraks yang bertujuan untuk meningkatkan kerenyahan pada kerupuk.

4. Jangan Pilih Kerupuk yang Membuat Sakit Di Tenggorokan

Ketika anda mengkonsumsi kerupuk pasti anda pernah merasakan kerupuk yang membuat tenggorokan anda sakit bukan? Jika hal itu pernah terjadi berarti kerupuk tersebut mengandung zat yang berbahaya. Untuk itu konsumsilah kerupuk yang tidak membuat tenggorokan anda sakit. Hal itu lebih baik bagi anda.

5. Jangan Mengkonsumsi Kerupuk yang Sulit Hancur dan Aroma yang Menyengat
  
Jika anda mencoba menghancurkan kerupuk namun kerupuk tersebut sulit untuk hancur maka dipastikan ada kandungan berbahaya yang terdapat pada makanan tersebut. Berbeda ketika kerupuk tersebut mudah untuk dihancurkan, maka kerupuk tersebut tidak mengandung zat berbahaya yang membahayakan tubuh.

Selain itu, aroma menyengat dan berbau tajam pada kerupuk ketika dibakar menandakan adanya kandungan plastik pada kerupuk tersebut. Pastikan anda tidak memakan kerupuk dengan ciri seperti itu.

Sebagai konsumen yang sehat dan cerdas, sudah selayaknya kita lebih berhati-hati dalam memilih makanan untuk dikonsumsi pada kehidupan sehari-hari. Makanan boleh saja enak dan lezat, tetapi makanan bergizi itu tetap harus yang utama. Bukankah anda menginginkan badan yang sehat bukan? Badan yang sehat bisa anda dapatkan ketika anda mengkonsumsi makanan sehat, bukan makanan lezat.

Kerupuk sebagai makanan yang lezat sebaiknya kita kurangi konsumsinya supaya tidak menimbulkan dampak kesehatan ke belakang. Konsumsilah secukupnya saja, Misal hanya untuk pendamping nasi bukan makanan utama. Juga jangan terlalu sering memakannya jika memang anda tetap ingin memiliki tubuh yang sehat.

Baca juga : Bahaya Mengkonsumsi Ikan Mujair

Sekian sedikit artikel tentang bahaya makan kerupuk yang patut anda waspadai semoga sedikit artikel ini bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.   

Dapatkan Update Artikel Blog Firdaus Melalui Email

9 Comments

  1. hoax !!! mana pernyataan dokternya kok gak ada, jgn buat artikel hoax dong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang mana bagian yg hoax? Tolong disampaikan. Jika memang ada yg salah pada artikel ini pasti akan segera saya perbaiki. Terimakasih :)

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
    3. Artikel ini dibuat dengan referensi 3 situs kesehatan hellosehat.com, doktersehat.com, dan alodokter.com

      Delete
  2. Wah... baru tahu saya. Yah.. berarti harus di kurangin makan kerupuknya apalagi bagi pecinta kerupuk gk lengkap makan gak ada kerupuk.. hehehehe

    ReplyDelete
  3. Wah.. terimakasih atas ilmunya..

    ReplyDelete
  4. Kalau saya makan kerupuk terlalu banyak biasanya besoknya langsung batuk mas😁

    ReplyDelete
  5. Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, termasuk makan kerupuk. Tetapi melihat pola makan masyarakat indonesia menjadikan kerupuk hanya sebagai makanan pendamping, menurut saya masih wajar-wajar saja dan aman bagi kesehatan. Dan benar sekali, dipasaran justru kerupuk dengan warna yang putih bersih patut diwaspadai, biasanya menggunakan bahan kimia / zat pewarna yang jelas berbahaya bagi kesehatan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mas, memang sesuatu yang berlebihan tidak baik tapi jika dikonsumsi secara wajar atau ga banyak mungkin aman ya

      Delete

Komentarlah yang sopan
Jangan spam
Dilarang gunakan link aktif
Dilarang komentar yang menyinggung SARA dan berkonten negatif

Terima kasih :)